Pengaruh Pola Diet Rendah Indeks Glikemik terhadap Kadar Glukosa Darah dan Profil Lipid pada Individu dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Authors

  • Afiyah Ratna Hastuti Universitas Muhammadiyah Bogor Raya

Keywords:

Pola konsumsi, makanan ultra-proses, remaja, status gizi, obesitas, FFQ

Abstract

Peningkatan prevalensi diabetes tipe 2 di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh pola makan tinggi gula sederhana dan rendah serat. Salah satu pendekatan diet yang terbukti efektif dalam mengontrol kadar glukosa darah adalah diet rendah indeks glikemik (Low-Glycemic Index Diet). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan diet rendah indeks glikemik terhadap kadar glukosa darah puasa dan profil lipid (kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida) pada individu dengan risiko diabetes tipe 2.
Penelitian eksperimental ini menggunakan desain randomized controlled trial (RCT) dengan 60 responden berusia 30–55 tahun yang memiliki kadar glukosa darah puasa 100–125 mg/dL. Responden dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi yang menerapkan diet rendah IG selama 12 minggu, dan kelompok kontrol dengan pola makan biasa. Hasil menunjukkan penurunan signifikan kadar glukosa darah puasa (rata-rata 8,4%) dan trigliserida (rata-rata 12,1%) pada kelompok intervensi dibanding kontrol (p<0,05). Selain itu, terjadi peningkatan kadar HDL sebesar 6,5%.
Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan diet rendah indeks glikemik dapat menjadi strategi non-farmakologis yang efektif dalam pencegahan diabetes tipe 2 dan perbaikan profil lipid pada individu berisiko. Edukasi mengenai pemilihan bahan pangan lokal dengan indeks glikemik rendah perlu diperkuat di layanan kesehatan primer.

References

Jenkins, D. J. A., Kendall, C. W. C., Augustin, L. S., et al. (2002). Glycemic index: Overview of implications in health and disease. The American Journal of Clinical Nutrition, 76(1), 266S–273S.

Ludwig, D. S. (2016). The glycemic index: Physiological mechanisms relating to obesity, diabetes, and cardiovascular disease. JAMA, 287(18), 2414–2423.

Atkinson, F. S., Foster-Powell, K., & Brand-Miller, J. C. (2008). International tables of glycemic index and glycemic load values: 2008. Diabetes Care, 31(12), 2281–2283.

Hu, E. A., Pan, A., Malik, V., & Sun, Q. (2012). White rice consumption and risk of type 2 diabetes: Meta-analysis and systematic review. BMJ, 344, e1454.

Thomas, D. E., Elliott, E. J., & Baur, L. (2007). Low glycaemic index or low glycaemic load diets for overweight and obesity. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2007(3), CD005105.

Jenkins, D. J. A., et al. (2018). Effect of low–glycemic index or high–cereal fiber diets on type 2 diabetes: A randomized trial. JAMA, 300(23), 2742–2753.

Rizkalla, S. W. (2014). Health implications of low glycaemic index and low glycaemic load diets: Physiological and clinical aspects. Nutrition Research Reviews, 27(1), 1–12.

Wolever, T. M. S. (2020). The glycemic index: A physiological classification of dietary carbohydrate. CABI Publishing.

FAO. (2021). Carbohydrates in human nutrition: Report of a Joint FAO/WHO Expert Consultation. Food and Agriculture Organization.

Pertiwi, R., & Sari, D. (2023). Efektivitas diet rendah indeks glikemik terhadap kadar glukosa darah pada pasien prediabetes di Yogyakarta. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 15(2), 74–83.

Andayani, N., & Pradipta, R. (2022). Hubungan konsumsi sumber karbohidrat lokal dengan kadar glukosa darah puasa pada individu berisiko diabetes. Media Gizi Indonesia, 17(1), 55–63.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Melitus Tipe 2. Direktorat Gizi dan Kesehatan Masyarakat.

Published

2025-03-28