Pengaruh Kebiasaan Sarapan terhadap Konsentrasi Belajar dan Prestasi Akademik Siswa Sekolah Dasar di Daerah Perkotaan

Authors

  • Ika Puspa Windardi Universitas Muhammadiyah Bogor Raya

Keywords:

Sarapan, konsentrasi belajar, prestasi akademik, anak sekolah dasar, status gizi

Abstract

Sarapan merupakan sumber energi utama yang berperan penting dalam mendukung fungsi kognitif dan performa belajar anak. Namun, kebiasaan tidak sarapan masih umum ditemukan di kalangan siswa sekolah dasar, terutama di daerah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar dan prestasi akademik siswa sekolah dasar.
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 250 siswa kelas IV–VI dari tiga sekolah dasar negeri di Kota Bandung. Data kebiasaan sarapan diperoleh melalui kuesioner frekuensi makan dan jenis sarapan, sedangkan konsentrasi belajar diukur menggunakan Digit Span Test (WISC-V) dan prestasi akademik berdasarkan nilai rapor semester terakhir. Hasil menunjukkan bahwa siswa yang rutin sarapan setiap hari memiliki skor konsentrasi lebih tinggi (rata-rata 14,2 ± 2,1) dibandingkan dengan yang jarang sarapan (rata-rata 11,3 ± 2,4), dengan perbedaan signifikan (p<0,05). Selain itu, terdapat korelasi positif (r=0,42) antara frekuensi sarapan dan rata-rata nilai akademik.
Penelitian ini menegaskan bahwa sarapan bukan hanya penting bagi status gizi, tetapi juga berkontribusi terhadap fungsi kognitif dan performa belajar anak. Rekomendasi penelitian ini mencakup perlunya program “Gerakan Sarapan Sehat di Sekolah” sebagai bagian dari intervensi gizi berbasis pendidikan

References

Hoyland, A., Dye, L., & Lawton, C. L. (2009). A systematic review of the effect of breakfast on the cognitive performance of children and adolescents. Nutrition Research Reviews, 22(2), 220–243.

Rampersaud, G. C., Pereira, M. A., Girard, B. L., Adams, J., & Metzl, J. D. (2005). Breakfast habits, nutritional status, body weight, and academic performance in children and adolescents. Journal of the American Dietetic Association, 105(5), 743–760.

Benton, D. (2010). The influence of dietary status on the cognitive performance of children. Molecular Nutrition & Food Research, 54(4), 457–470.

Adolphus, K., Lawton, C. L., & Dye, L. (2013). The effects of breakfast on behavior and academic performance in children and adolescents. Frontiers in Human Neuroscience, 7, 425.

Mahoney, C. R., Taylor, H. A., Kanarek, R. B., & Samuel, P. (2005). Effect of breakfast composition on cognitive processes in elementary school children. Physiology & Behavior, 85(5), 635–645.

Wesnes, K. A., Pincock, C., Richardson, D., Helm, G., & Hails, S. (2003). Breakfast reduces declines in attention and memory over the morning in schoolchildren. Appetite, 41(3), 329–331.

FAO. (2021). School-based nutrition education: Lessons learned from successful programs. Food and Agriculture Organization.

Sihombing, L., & Fitriani, D. (2022). Hubungan antara kebiasaan sarapan dan konsentrasi belajar pada siswa SD di Jakarta. Jurnal Gizi Indonesia, 10(2), 101–108.

Rahayu, A., & Prasetyo, D. (2021). Pengaruh sarapan terhadap prestasi belajar siswa SD Negeri di Kota Surabaya. Media Gizi & Pangan Indonesia, 13(1), 42–51.

Ministry of Health of Indonesia. (2023). Pedoman Gizi Seimbang untuk Anak Sekolah. Kementerian Kesehatan RI.

Widyastuti, T., & Nugraheni, R. (2023). Implementasi program sarapan sehat di sekolah dasar dan dampaknya terhadap kinerja kognitif siswa. Jurnal Pendidikan dan Gizi Anak, 5(2), 67–78.

UNICEF. (2020). The importance of school nutrition in child development. United Nations Children’s Fund.

Published

2025-03-28