Pemanfaatan Pangan Lokal Berbasis Sumber Karbohidrat Non-Beras dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Status Gizi Rumah Tangga di Pedesaan

Authors

  • Andini Retnoyunitasari Universitas Muhammadiyah Bogor Raya

Keywords:

Pangan lokal, karbohidrat non-beras, ketahanan pangan, diversifikasi pangan, status gizi, pedesaan

Abstract

Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras sebagai sumber utama karbohidrat menyebabkan kerentanan terhadap krisis pangan dan menurunnya keragaman konsumsi pangan. Padahal, banyak sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi jalar, jagung, dan talas yang berpotensi tinggi sebagai alternatif pangan bergizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan pangan lokal non-beras terhadap ketahanan pangan rumah tangga dan status gizi anggota keluarga di wilayah pedesaan.
Desain penelitian ini adalah mixed-method dengan pendekatan kuantitatif (survey konsumsi pangan dan pengukuran antropometri) dan kualitatif (FGD dengan ibu rumah tangga dan kader gizi). Sebanyak 180 rumah tangga di tiga desa di Kabupaten Gunungkidul dipilih sebagai responden. Hasil menunjukkan bahwa rumah tangga yang mengonsumsi minimal tiga jenis pangan lokal non-beras per minggu memiliki diversitas pangan lebih tinggi (p<0,01) dan prevalensi risiko ketahanan pangan rendah lebih kecil (21,3%) dibandingkan kelompok yang hanya mengonsumsi beras (45,6%). Analisis nutrisi menunjukkan bahwa pangan lokal memberikan kontribusi positif terhadap asupan serat, vitamin A, dan zat besi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa diversifikasi pangan berbasis potensi lokal dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kualitas gizi keluarga di pedesaan. Rekomendasi yang diberikan mencakup pengembangan program edukasi gizi berbasis pangan lokal dan inovasi olahan pangan tradisional modern untuk mendukung keberlanjutan konsumsi sehat.

References

FAO. (2019). The state of food security and nutrition in the world 2019. Food and Agriculture Organization.

Ruel, M. T., & Alderman, H. (2013). Nutrition-sensitive interventions and programmes: How can they help to accelerate progress in improving maternal and child nutrition? The Lancet, 382(9891), 536–551.

Swindale, A., & Bilinsky, P. (2006). Household dietary diversity score (HDDS) for measurement of household food access: Indicator guide (Version 2). USAID.

Burchi, F., Fanzo, J., & Frison, E. (2011). The role of food and nutrition system approaches in tackling hidden hunger. International Journal of Environmental Research and Public Health, 8(2), 358–373.

Kementerian Pertanian RI. (2022). Kebijakan Diversifikasi Pangan Nasional. Direktorat Pangan dan Hortikultura.

Dewi, R., & Prasetya, D. (2022). Diversifikasi pangan berbasis sumber karbohidrat lokal sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan di Indonesia. Jurnal Pangan dan Gizi, 17(2), 87–99.

Hardinsyah, & Aries, M. (2021). Pola konsumsi pangan dan diversifikasi pangan berbasis lokal di pedesaan Indonesia. Jurnal Gizi Indonesia, 10(3), 211–223.

Widodo, S., & Rachmawati, F. (2023). Potensi pangan lokal non-beras dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga di Jawa Tengah. Jurnal Ketahanan Pangan, 5(1), 33–47.

Suryana, A., & Pambudi, B. (2019). Local food utilization for food security: The Indonesian perspective. Agricultural Socio-Economics Journal, 19(4), 132–140.

Hidayat, T., & Putri, M. (2023). Analisis asupan gizi dari pangan lokal non-beras terhadap status gizi keluarga di Kabupaten Bantul. Jurnal Gizi Masyarakat, 8(1), 56–65.

UNICEF. (2021). Promoting local food systems for sustainable nutrition. United Nations Children’s Fund.

Rahmawati, N., & Yusuf, L. (2022). Hubungan diversifikasi pangan dengan ketahanan pangan rumah tangga petani di Sulawesi Selatan. Media Gizi dan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(2), 92–101.

Published

2025-03-28